salam pembuka

Assalamualaikum... Selamat Datang Kawan Pengembara Ilmu...

PUISI


ICE BOX IN MEMORY
ERNY KURNIA DARMAWATI “  Ini adalah salah satu karya dari penyair favorit saya “

Di balik pulau ini
Tempat kedua kakiku berpijak
Di tanah air ibu pertiwi tersayang
Terbendung segudang keriduan untuk sahabatku
Di tanah kelahiran Siti Nuralisah

Sahabatku…
Maafkan daku dari kejauhan
Bila jasad ini tak mampu menyapa
Untuk tawa dan rangkulan hangatku

Andaikan angin ini dapat menerbangkanku
Melintasi bukit nan tinggi dan bentangan luas lautan
Mungkin sebelum senja menyapa malam siang berlau
Daku kan mendarat di tanah sabah bakso mas lele Ice box

Seandainya pula kantong ajaip kucing jepang
Bukanlah cerita belaka dalam filem kartun
Daku pasti meminta padanya untuk sebuah pinjaman
Dari kantong ajaib tempat baling-balinag bambu berada

Tanganku menggenggam butiran-butiran pasir
Cerita dari tanah bugis Sulawesi selatan
Untuk kutaburkan di daun-daun kupingmu
Sebagai wacana melepas kerinduan bertahun
Melewati semalam suntuk bersama premium philipin

Tuhanku yang maha pemurah
Lagi maha penyayang ummatnya
Berilah bunda hamba rejeki
Agar jasad ini kembali mengukir cerita
Walau sejenak di tanah kelahiran tercinta

Air mata bercucuran membahas kolam kerinduan
Mengingat tawa merekam kenangan
Duduk bersama sahabatku dijembatan
Tempat terakhirku bersama sebelum
Telapak kaki menginjak daratan ibu pertiwi

M. Rahmat Nicotin
Barru, 17 Maret 2011
===================================================


PERSAHABATAN
khairunnisa ¥ Jumat, 12 Agustus 2011 | 21:28 WIB

melihat tawa n snyum kalian mengingatkan ku..
kan saat pertama kali kta brtemu..
aku mngenal klian tanpa sngaja...
mncoba akrab dgn klian ..
n akhrnya menjalin sbuah pershabatan...
kita selalu menjalani hari2 bersama2..
meskipun terkdang kita bertengkar ..
hnya karena sbuah hal..
ku tak pernah mnympan dendam d'htiku...
stelah beberapa waktu..
aku paham..
klian mempunyai kekurangan2..
yg bgiku kelebihan..
n q mempunyai kekurangan yg bgi klian adlah kelebihan..
karena toew..
kita slalu melengkapi satu sama lain..
kita slalu bersama layaknya sbuah kluarga..
Kalian slalu stia mnemaniku..
di saat q sdh...
klian hbur q dgn candamu..
di saat q bimbang..
klian membriku bnyak solusi..
di saat q mnangis..
klian rubah air mataku menjadi sbuah snyuman..
jika esok q tlah tiada..
maafkanlah smua ksalahanku..
klian adlah sosok yg sgt brart dlam hdup ku..
twa kalian slalu membuatku bhagia..
Karna itu...
kutempatkan..
"KEDUDUKAN SAHABAT JAUH DIATAS CINTA"
karena shbat lbih mngert arti dri stiap tetes air mata yg jtuh dri
mata kta..
n q ingin klian taw...
bahwa ..
"AKU BAHAGIA MEMPUNYAI SAHABAT SEPERTI KALIAN"
=================================================


Di sampingku
imah θ Sabtu, 6 Agustus 2011 | 16:03 WIB

sahabat....
kau slalu ada disampingku
menemani hari" sepiku

kau slalu membuatku nyaman
berada disisimu....
karenamu aq bisa lewati hari" terburukkkkk

sahabat
kau slalu hadir di setiap ku membutuhkanmu
kw berikan sejuta senyuman untukku
menemaniq saat suka dan duka...
tanpamu aq tak berarti apa"
karena mu q bisa lalui hari" terindah
saat bersamamu
====================================================


SEMANGAT HIDUPKU

diska imoet ♠ Senin, 11 Juli 2011 | 12:01 WIB

oh sahabat
sahabat kau berikan semangat dalam hidup ini....
kau selalu ada untukku
bersama dalam suka dan duka
bersama dalam tangis dan tawa....
bersama dalam susah dan senang
bersama melangkah seiring jalan..
saat bersamamu dunia terasa indah
kaulah anugrah yang pernah ku miliki
wahai sahabat ku maafkanlah
jika ku punya salah dengan mu
semua itu karena kesalahanku yang mungkin tak ku sengaja
maafkan aku jika aku pernah melukai hatimu
sesungguhnya ku takut kehilanganmu
ku takut akan semua itu
ku takut kehilangan seorang sahabat
ku takut kehilangan rasa persahabatan ini
ku takut tak bisa lagi bersamamu
maka izinkanlah aku tuk selalu menyayangimu........
====================================================

SAHABAT JIWA
oleh: Putra Dewa

Hidup ini bagaikan teka teki
di mana kita harus menebak ......
semua tangga yang terlihat hitam ataupun putih
kadang di saat kita bahagia sekali pun

Bagaikan air yg terus mengalir
tanpa menghiraukan .......
bahwa esok akan ada yg menantikan kesedihan
di saat dan dengan keadaan apa pun

Aku bisa merasakan arti persahabatan
yang seutuhnya ya.......itulah kawanku , temanku...
sahabatku yg selalu membuat aku
melupakan kesedihan dan kembali melangkah dengan ceria ....

Ku angkat wajahku......
ku buang rasa sakitku.....
ku ringankan langkahku....
ku ayun tanganku......

Satu hal yg akan ku ingat selamanya
Satu sahabat lebih baik dari apa pun
Karena dia mampu memberikan pegangan
Di saat kita terhuyung dan terjatuh
Dia jg mampu membuat kita tersenyum kembali dalam canda tawanya.



ICE BOX IN MEMORY

Di balik pulau ini
Tempat kedua kakiku berpijak
Di tanah air ibu pertiwi tersayang
Terbendung segudang keriduan untuk sahabatku
Di tanah kelahiran Siti Nuralisah

Sahabatku…
Maafkan daku dari kejauhan
Bila jasad ini tak mampu menyapa
Untuk tawa dan rangkulan hangatku

Andaikan angin ini dapat menerbangkanku
Melintasi bukit nan tinggi dan bentangan luas lautan
Mungkin sebelum senja menyapa malam siang berlau
Daku kan mendarat di tanah sabah bakso mas lele Ice box

Seandainya pula kantong ajaip kucing jepang
Bukanlah cerita belaka dalam filem kartun
Daku pasti meminta padanya untuk sebuah pinjaman
Dari kantong ajaib tempat baling-balinag bambu berada

Tanganku menggenggam butiran-butiran pasir
Cerita dari tanah bugis Sulawesi selatan
Untuk kutaburkan di daun-daun kupingmu
Sebagai wacana melepas kerinduan bertahun
Melewati semalam suntuk bersama premium philipin

Tuhanku yang maha pemurah
Lagi maha penyayang ummatnya
Berilah bunda hamba rejeki
Agar jasad ini kembali mengukir cerita
Walau sejenak di tanah kelahiran tercinta

Air mata bercucuran membahas kolam kerinduan
Mengingat tawa merekam kenangan
Duduk bersama sahabatku dijembatan
Tempat terakhirku bersama sebelum
Telapak kaki menginjak daratan ibu pertiwi

M. Rahmat Nicotin
Barru, 17 Maret 2011
===================================================


PERSAHABATAN
khairunnisa ¥ Jumat, 12 Agustus 2011 | 21:28 WIB

melihat tawa n snyum kalian mengingatkan ku..
kan saat pertama kali kta brtemu..
aku mngenal klian tanpa sngaja...
mncoba akrab dgn klian ..
n akhrnya menjalin sbuah pershabatan...
kita selalu menjalani hari2 bersama2..
meskipun terkdang kita bertengkar ..
hnya karena sbuah hal..
ku tak pernah mnympan dendam d'htiku...
stelah beberapa waktu..
aku paham..
klian mempunyai kekurangan2..
yg bgiku kelebihan..
n q mempunyai kekurangan yg bgi klian adlah kelebihan..
karena toew..
kita slalu melengkapi satu sama lain..
kita slalu bersama layaknya sbuah kluarga..
Kalian slalu stia mnemaniku..
di saat q sdh...
klian hbur q dgn candamu..
di saat q bimbang..
klian membriku bnyak solusi..
di saat q mnangis..
klian rubah air mataku menjadi sbuah snyuman..
jika esok q tlah tiada..
maafkanlah smua ksalahanku..
klian adlah sosok yg sgt brart dlam hdup ku..
twa kalian slalu membuatku bhagia..
Karna itu...
kutempatkan..
"KEDUDUKAN SAHABAT JAUH DIATAS CINTA"
karena shbat lbih mngert arti dri stiap tetes air mata yg jtuh dri
mata kta..
n q ingin klian taw...
bahwa ..
"AKU BAHAGIA MEMPUNYAI SAHABAT SEPERTI KALIAN"
=================================================


Di sampingku
imah θ Sabtu, 6 Agustus 2011 | 16:03 WIB

sahabat....
kau slalu ada disampingku
menemani hari" sepiku

kau slalu membuatku nyaman
berada disisimu....
karenamu aq bisa lewati hari" terburukkkkk

sahabat
kau slalu hadir di setiap ku membutuhkanmu
kw berikan sejuta senyuman untukku
menemaniq saat suka dan duka...
tanpamu aq tak berarti apa"
karena mu q bisa lalui hari" terindah
saat bersamamu
====================================================


SEMANGAT HIDUPKU

diska imoet ♠ Senin, 11 Juli 2011 | 12:01 WIB

oh sahabat
sahabat kau berikan semangat dalam hidup ini....
kau selalu ada untukku
bersama dalam suka dan duka
bersama dalam tangis dan tawa....
bersama dalam susah dan senang
bersama melangkah seiring jalan..
saat bersamamu dunia terasa indah
kaulah anugrah yang pernah ku miliki
wahai sahabat ku maafkanlah
jika ku punya salah dengan mu
semua itu karena kesalahanku yang mungkin tak ku sengaja
maafkan aku jika aku pernah melukai hatimu
sesungguhnya ku takut kehilanganmu
ku takut akan semua itu
ku takut kehilangan seorang sahabat
ku takut kehilangan rasa persahabatan ini
ku takut tak bisa lagi bersamamu
maka izinkanlah aku tuk selalu menyayangimu........
====================================================

SAHABAT JIWA
oleh: Putra Dewa

Hidup ini bagaikan teka teki
di mana kita harus menebak ......
semua tangga yang terlihat hitam ataupun putih
kadang di saat kita bahagia sekali pun

Bagaikan air yg terus mengalir
tanpa menghiraukan .......
bahwa esok akan ada yg menantikan kesedihan
di saat dan dengan keadaan apa pun

Aku bisa merasakan arti persahabatan
yang seutuhnya ya.......itulah kawanku , temanku...
sahabatku yg selalu membuat aku
melupakan kesedihan dan kembali melangkah dengan ceria ....

Ku angkat wajahku......
ku buang rasa sakitku.....
ku ringankan langkahku....
ku ayun tanganku......

Satu hal yg akan ku ingat selamanya
Satu sahabat lebih baik dari apa pun
Karena dia mampu memberikan pegangan
Di saat kita terhuyung dan terjatuh
Dia jg mampu membuat kita tersenyum kembali dalam canda tawanya.

LAUT
by Kuntowijoyo
Siapa menghuni pulau ini kalau bukan pemberani?
Rimba menyembunyikan harimau dan ular berbisa.
Malam membunuhmu bila sekejap kau pejam mata.
Tidak. Di pagi hari kautemukan bahwa engkau
di sini. Segar bugar. Kita punya tangan
dari batu sungai. Karang laut menyulapmu jadi
pemenang. Dan engkau berjalan ke sana.
Menerjang ombak yang memukul dadamu.
Engkau bunuh naga raksasa. Jangan takut.
Sang kerdil yang berdiri di atas buih itu
adalah Dewa Ruci. Engkau menatapnya: menatap dirimu.
Matanya adalah matamu. Tubuhnya adalah tubuhmu.
Sukmanya adalah sukmamu. Laut adalah ruh kita
yang baru! Tenggelamkan rahasia ke rahimnya:
Bagai kristal kaca, nyaring bunyinya.
Sebentar kemudian, sebuah debur
gelombang yang jauh menghiburmu.
Saksikanlah.
Tidak ada batasnya bukan?
Puisi tentang alam di QUE-LIN
PEMANDANGAN DI QUE-LIN
by Husseyn Umar
gunung-gunung dan bukit-bukit hitam
tinggi dan tajam
menjulang menusuk-nusuk awan
air sungai Li berkelok-kelok
bermain-main di celah kaki-kakinya
bilakah sebenarnya
dewa-dewa telah turun dari langit
sempat-sempatnya membuat
pahatan alam yang begini cantik!
Puisi tentang angin laut di alam
ANGIN LAUT
by Kuntowijoyo
Perahu yang membawamu
telah kembali
entah ke mana
angin laut mendorongnya ke ujung dunia
Engkau tidak mengerti juga
Duduklah
Ombak yang selalu
pulang dan pergi.
Seperti engkau
mereka berdiri di pantai
menantikan
barangkali
seseorang akan datang dan menebak teka-teki itu.
KEINDAHAN ALAM
Batapa indahnya alam in
Laut berombak-ombak
Awan berarak-arak
Udara segar bertiup-tiup
Aku berdiri di atas guning,
Berdiri di bawah langit
Untuk melihat keindahan alam,
Keindahan dunia
Aku mempertaruhkan nyawa,
bertahan diri di atas guning
Demi melihat keindahan alam
keindahan ciptaan Tuhan



1. Membaca puisi sebagai Apresiasi Puisi
Secara makna leksikal, apresiasi (appreciation) mengacu pada pengertian pemahaman dan pengenalan yang tepat, pertimbangan, penilaian, dan pernyataan yang memberikan penilaian (Hornby dalam Sayuti, 1985:2002). Sementara itu, Effendi (1973: 18) menyatakan bahwa apresiasi sastra adalah menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
Pada dasarnya, kegiatan membaca puisi merupakan upaya apresiasi puisi. Secara tidak langsung, bahwa dalam membaca puisi, pembaca akan berusaha mengenali, memahami, menggairahi, memberi pengertian, memberi penghargaan, membuat berpikir kritis, dan memiliki kepekaan rasa. Semua aspek dalam karya sastra dipahami, dihargai bagaimana persajakannya, irama, citra, diksi, gaya bahasa, dan apa saja yang dikemukakan oleh media. Pembaca akan berusaha untuk menerjemahkan bait perbait untuk merangkai makna dari makna puisi yang hendak disampaikan pengarang. Pembaca memberi apresiasi, tafsiran, interpretasi terhadap teks yang dibacanya Setelah diperoleh pemahaman yang dipandang cukup, pembaca dapat membaca puisi.
Karena kata “membacakan” mengandung makna benefaktif, yaitu melakukan sesuatu pekerjaan untuk orang lain, maka penyampaian bentuk yang mencerminkan isi harus dilakukan dengan total agar apresiasi pembaca terhadap makna dalam puisi dapat tersampaikan dengan baik kepada pendengar. Makna yang telah didapatkan dari hasil apresiasi diungkapkan kembali melalui kegiatan membaca puisi. Dapat pula dikatakan sebagai suatu kegiatan transformasi dari apresiasi pembaca dengan karakter pembacaannya, termasuk ekspresi terhadap penonton.
2. Faktor-faktor Penting dalam Membaca puisi
Setiap bentuk dan gaya baca puisi selalu menuntut adanya ekspresi wajah, gerakan kepala, gerakan tangan, dan gerakan badan. Keempat ekspresi dan gerakan tersebut harus memperhatikan (1) jenis acara: pertunjukkan, pembuka acara resmi, performance-art, dll, (2) pencarian jenis puisi yang cocok dengan tema: perenungan, perjuangan, pemberontakan, perdamaian, ketuhanan, percintaan, kasih sayang, dendam, keadilan, kemanusiaan, dll, (3) pemahaman puisi yang utuh, (4) pemilihan bentuk dan gaya baca puisi, (5) tempat acara: indoor atau outdoor, (6) audien, (7) kualitas komunikasi, (8) totalitas performansi: penghayatan, ekspresi, (9) kualitas vokal, (10) kesesuaian gerak, dan (11) jika menggunakan bentuk dan gaya teaterikal, harus memperhatikan (a) pemilihan kostum yang tepat, (b) penggunaan properti yang efektif dan efisien, (c) setting yang sesuai dan mendukung tema puisi, (d) musik yang sebagai musik pengiring puisi atau sebagai musikalisasi puisi
3. Bentuk dan Gaya dalam Membaca puisi
Suwignyo (2005) mengemukakan bahwa bentuk dan gaya baca puisi dapat dibedakan mejadi tiga, yaitu (1) bentuk dan gaya baca puisi secara poetry reading, (2) bentuk dan gaya baca puisi secara deklamatoris, dan (3) bentuk dan gaya baca puisi secara teaterikal.
3.1.  Bentuk dan Gaya Baca Puisi secara Poetry Reading
Ciri khas dari bentuk dan gaya baca puisi ini adalah diperkenankannya pembaca membawa teks puisi. Adapaun posisi dalam bentuk dan gaya baca puisi ini dapat dilakukan dengan (1) berdiri, (2) duduk, dan (3) berdiri, duduk, dan bergerak.
Jika pembaca memilih bentuk dan gaya baca dengan posisi berdiri, maka pesan puisi disampaikan melalui gerakan badan, kepala, wajah, dan tangan. Intonasi baca seperti keras lemah, cepat lambat, tinggi rendah dilakukan dengan cara sederhana. Bentuk dan gaya baca puisi ini relatif mudah dilakukan.
Jika pembaca memilih bentuk dan gaya baca dengan posisi duduk, maka pesan puisi disampaikan melalui (1) gerakan-gerakan kepala: mengenadah, menunduk menoleh, (2) gerakan raut wajah: mengerutkan dahi, mengangkat alis, (3) gerakan mata: membelakak, meredup, memejam, (4) gerakan bibir: tersenyum, mengatup, melongo, dan (5) gerakan tangan, bahu, dan badan, dilakukan seperlunya. Sedangkan intonasi baca dilakukan dengan cara (1) membaca dengan keras kata-kata tertentu, (2) membaca dengan lambat katakata tertentu, dan (3) membaca dengan nada tinggi kata-kata tertentu.
Jika pembaca memilih bentuk dan gaya baca puisi duduk, berdiri, dan bergerak, maka yang harus dilakukan pada posisi duduk adalah (1) memilih sikap duduk dengan santai, (2) arah dan pandangan mata dilakukan secara bervariasi, dan (3) melakukan gerakan tangan dilakuakan dengan seperlunya. Sedang yang dilakukan pada saat berdiri adalah (1) mengambil sikap santai, (2) gerakan tangan, gerakan bahu, dan posisi berdiri dilakukan dengan bebas, dan (3) ekspresi wajah: kerutan dahi, gerakan mata, senyuman dilakukan dengan wajar. Yang dilakukan pada saat bergerak adalah (1) melakukan dengan tenang dan terkendali, dan (2) menghindari gerakan-gerakan yang berlebihan. Intonasi baca dilakukan dengan cara (1) membaca dengan keras kata-kata tertentu, (2) membaca dengan lambat katakata tertentu, dan (3) membaca dengan nada tinggi kata-kata tertentu.
3.2. Bentuk dan Gaya Baca Puisi secara Deklamatoris
Ciri khas dari bentuk dan gaya baca puisi seacra deklamatoris adalah lepasnya teks puisi dari pembaca. Jadi, sebelum mendeklamasikan puisi, teks puisi harus dihapalkan. Bentuk dan gaya baca puisi ini dapat dilakukan dengan posisi (1) berdiri, (2) duduk, dan (3) berdiri, duduk, dan bergerak.
Jika deklamator memilih bentuk dan gaya baca dengan posisi berdiri, maka pesan puisi disampaikan melalui (1) gerakan-gerakan tangan: mengepal, menunjuk, mengangkat kedua tangan, (2) gerakan-gerakan kepala: melihat ke bawah, atas, samping kanan, samping kiri, serong, (3) gerakan-gerakan mata: membelalak, meredup, memejam, (4) gerakan-gerakan bibir: tersenyumm, mengatup, melongo, (5) gerakan-gerakan tangan, bahu, badan, dan raut muka dilakukan dengan total. Intonasi baca dilakukan dengan cara (1) membaca dengan keras kata-kata tertentu, (2) membaca dengan lambat kata-kata tertentu, (3) membaca dengan nada tinggi kata-kata tertentu.
Jika deklamator memilih bentuk dan gaya dengan posisi duduk, berdiri, dan bergerak, maka yang dilakukan pada posisi duduk adalah (1) memilih posisi duduk dengan santai, kaki agak ditekuk, posisi mriing dan badan agak membungkuk, Dan (2) arah dan pandangan mata dilakukan bervariasi: menatap dan menunduk. Sedang yang dilakukan pada posisi berdiri (1) mengambil sikap tegak dengan wajah menengadah, tangan menunjuk, dan (2) wajah berseri-seri dan bibir tersenyum. Yang dilakukan pada saat bergerak (1) melakukan dengan tenang dan bertenaga, dan (2) kaki dilangkahkan dengan pelan dan tidak tergesa-gesa. Intonasi dilakukan dengan cara (1) membaca dengan keras kata-kata tertentu, (2) membaca dengan lambat kata-kata tertentu, dan (3) membaca dengan nada tinggi kata-kata tertentu.
3.3. Bentuk dan Gaya Baca Puisi secara Teaterikal
Ciri khas bentuk dan gaya baca puisi teaterikal bertumpu pada totalitas ekspresi, pemakaian unsur pendukung, misal kostum, properti, setting, musik, dll., meskipun masih terikat oleh teks puisi/tidak. Bentuk dan gaya baca puisi secara teaterikal lebih rumit daripada poetry reading maupun deklamatoris. Puisi yang sederhana apabila dibawakan dengan ekspresi akan sangat memesona.
Ekspresi jiwa puisi ditampakkan pada perubahan tatapan mata dan sosot mata. Gerakan kepala, bahu, tangan, kaki, dan badan harus dimaksimalkan. Potensi teks puisi dan potensi diri pembaca puisi harus disinergikan. Pembaca dapat menggunakan efek-efek bunyi seperti dengung, gumam, dan sengau diekspresikan dengan total. Lakuan-lakukan pembaca seperti menunduk, mengangkat tangan, membungkuk, berjongkok, dan berdiri bebas diekspresikan sesuai dengan motivasi dalam puisi. Aktualisasi jiwa puisi harus menyatu dengan aktualisasi diri pembaca.
Inilah bentuk dari gaya baca puisi yang paling menantang untuk dilakukan.


Menulis Puisi dengan Cara Menguraikan Nama Diri
Oleh Retno Utami 

Salah satu materi pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia yang dianggap sulit oleh siswa SMP atau SMA adalah Puisi. Mulai dari menganalisis puisi, memaknai puisi, membaca puisi,apalagi menulis puisi. Guru berusaha mencari cara yang paling mudah dan menyenangkan untuk mulai membuat puisi. Salah satu cara yang cukup mudah dan menyenangkan adalah dengan cars menguraikan nama diri. Nama adalah sesuatu yang sangat dekat dengan diri kits. Setiap manusia mulai dikenal oleh orang lain mulai dari namanya. Nama juga menjadi sesuatu yang sakral. Nama yang diberikan oleh orang tua kita sudah melalui proses pemikiran yang sangat panjang. Nama yang kita sandang adalah juga doa orang tua kita. Karena itulah menulis puisi dengan cara seperti ini akan menjadi pengalaman bermakna bagi siswa. Hal ini akan sangat penting untuk langkah selanjutnya dalam memahami puisi.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa di kelas adalah sebagai berikut: (1) Menentukan terra dan judul puisi, (2)Menguraikan nama diri secara vertikal, (3) Menguraikan tiap huruf awal nama, (4) membaca dan mengoreksi kembali kata-kata yang sudah ditulis dengan cars: membuang kata-kata yang tidak penting, mengganti kata yang biasa dengan kata lain yang semakna tetapi lebih indah dan sesuai dengan puisi, menyusun tipografi puisi dengan bentuk yang lebih kreatif, memasukan ungkapan/gaya bahasa, mengganti kata-kata sehingga didapatkan rima yang lebih baik, dll.(5) membacakan puisi di hadapan siswa lainnya, (6) memperbaiki kembali puisi berdasarkan hasil komentar teman sekelas, (6) merayakan dan memberikan penilaian terhadap karya siswa.

Kucing-Sutardji Calzoum Bachri

Ngiau! Kucing dalam darah dia menderas
lewat dia mengalir ngilu ngiau dia bergegas lewat dalam aortaku dalam rimba
darahku dia besar dia bukan harimau bukan singa bukan hiena bukan leopar
dia macam kucing bukan kucing tapi kucing
ngiau dia lapar dia merambah rimba afrikaku dengan cakarnya dengan amuknya
dia meraung dia mengerang jangan beri
daging dia tak mau daging Jesus jangan
beri roti dia tak mau roti ngiau kucing meronta dalam darahku meraung
merambah barah darahku dia lapar 0 alangkah lapar ngiau berapa juta hari
dia tak makan berapa ribu waktu dia
tak kenyang berapa juta lapar lapar kucingku berapa abad dia mencari mencakar menunggu tuhan mencipta kucingku
tanpa mauku dan sekarang dia meraung
mencariMu dia lapar jangan beri daging jangan beri nasi tuhan menciptanya tanpa setahuku dan kini dia minta
tuhan sejemput saja untuk tenang sehari untuk kenyang sewaktu untuk tenang..
Puisi, 1995
ANALISIS
Dari puisi di atas, nampak beberapa sisi yang menunjukkan unsur mantra dalam puisi karya Sutardji. Contohnya adalah terdapatnya unsur religi seperti penyebutan nama Tuhan. Dalam puisi “Kucing”, nampak pula bahwa terdapat proses pencarian hakikat tentang Tuhan yang dilambangkan dengan kucing yang sedang kelaparan.
 
menyatakan bahwa “kucing” dalam puisi di atas merupakan lambang darisemangat masyarakat yang tak pernah redup dalam mencari Tuhan. Meskipun tak pernah pernah tercapai, namun mereka terus mencari. Namun, bila kita selami pemikiran Sitardji, dalam konsep “Kredo”-nya,Sutardji sesungguhnya ingin membebaskan kata-kata dari fungsinya sebagai alat pembawa pengertian Lebih lanjut, Sutardji menyatakan pula bahwa kata-kata harus bebas menentukan dirinya sendiri. Dalam puisi yang ia ciptakan, Sutardji pun mengatakan dengan tegas bahwa ia ingin membebaskan kata-kata dari tradisi lapuk yang membelenggunya seperti kamus-kamus dan penjajahan lain. Pemikirannya yang kedua dalam “Kredo”-nya tersebut, Sutardji juga ingin “mengembalikan kata kepada mantra”.Sutardji yang tak pernah mendefinisikan makna dari mantra dalam pemikirannya ditambah dengan karya-karyanya berupa puisi —salah satunya dapat dilihat pada “Kucing”—yang sarat akan kata-kata dengan rasa magisagaknya menimbulkan anggapan bagi masyarakat bahwa karyanya memanglah mantra. kata-kata dan kalimat dalam puisi Sutardji, termasuk dalam puisi “Kucing” di atas, jika dirangkaikan satu sama lain sesungguhnya dapatmembentuk suatu prosa yang terdiri dari kalimat-kalimat sederhana. Pada puisi diatas, terdapat pemenggalan suku kata yang tidak biasa seperti “af” dengan“rikaku” terpisah pada baris baru. Namun jika dilihat kembali, bukan tak mungkin bahwa tujuan Sutardji melakukan pemenggalan-pemenggalan tak biasa tersebut adalah guna menghasilkan suatu tipografi dengan bentuk setengah sisi siluetkucing (terbentuk pada sisi kanan atau perpaduan akhir kalimat pada setiap baris).Dari hal ini dapat terlihat bahwa unsur mantra dalam puisi lama sungguh berbeda dengan unsur mantra yang dianggap oleh sebagian besar orang terdapat dalam karya-karya Sutardji. Keunikan yang dicapai Sutardji lebih cenderung kearah tipografi pada puisinya. Pada mantra dalam puisi lama pun tentu tidak terdapat tipografi. Selain itu, perbedaan nampak pula pada tujuan penciptaanmantra. Jika mantra dalam puisi lama bertujuan untuk memperoleh kekuatan yang bersumber dari unsur gaib, maka tujuan penciptaan karya-karya Sutardji yang dianggap berunsur mantra tentu tidaklah serupa. Tentu terdapat pesan yang masih dapat ditelusuri dalam karya Sutardji dan sekali lagi pengedepanan permainan tipografi menjadi amat penting baginya

Robohnya Surau Kami
Penulis : A. A Navis
 Penokohan
Tokoh si AKU: mempunyai watak bijaksana, baik hati,penolong.
Tokoh Ajo Sidi: Berwatak pembual, acuh tak acuh.
Haji Saleh: Orangnya egoistis, mementingkan diri sendiri.
Tokoh si Kakek: Penolong sabar, baik hati, tagwa.
Mempunyai kerakteristik: Tidak mempunyai pendirian yang kuat dan mudah terhasut omongan orang lain, dan Orang yang tagwa didalam perintah dan larangan Allah Subhanahu wataala tetapi kadar keimanannya sangat tipis.

 Amanat
Kita jadi orang jangan yang pembual, karena orang yang pembual biasanya diingat orang, tapi seseorang yang selalu ingat itu malah ingin memarah-marahinya.

Teknik Bahasa
Bahasa yang di pakai mudah dipahami, bahasanya tidak terlalu tinggi dan bahasa yang dipakai bahasa sehari-hari.

B.  Nilai-nilainya
a.    Nilai-nilai budayanya
Pola fikir yang kurang berpendidikan membuat kakek salah dalam mengambil keputusan, tidak ada keiginan untuk hidup lebih baik dan berkembang.
b.     Nilai-nilai sosial
Rasa atau sikap sosial masih ada walaupun cuma sedikit. Sifat iklas kakek dalam membantu terhadap tetangga-tetagganya.
c.    Nilai-nilai moral
Perbuatan kakek yang siap membantu kapanpun dan tidak mengharap imbalan patut dicontoh.
d.   Nilai-nilai agamanya
Ketaatan kakek dalam beribadah dan menyembah tuhan adalah salah satu perbuatan yang layak dicontoh




PETA - PITA

Malam kan tak ada matahari
Dan matahari takut dengan bulan
Kesunyian hati itu ku sebut dengan malam
Malam yang panas, malam yang bising, dan
Malam yang bersembunyi seperti pecahan gelas
Itulah hati yang tidak sehat,
Ia demam, ia merintih, dan ia tersedu

Namun,,,
Belaian angin yang menyapa ramah
Itulah yang ku sebut langkah pertama ceritaku
Rangkaian benang cinta yang merajut dimulai
Pada bulan-bulan terkhir ‘11
Dan disitulah ukiran-ukiran seperti relief terpahat
Rapi, bertekstur seperti batuan pasir jalanan

Tajam, tapi tak sakit
Kering tapi tak gersang
Dan mekar tak berduri
Semuanya cantik, indah, elok
Semuanya berwarna, semuanya bermakna
Semuanya tertuju, semuanya terarah
Disitulah tempatku, dan disinilah tempat kita
Mengunci jari-jari tangan kananku dengan
Jari-jari kirimu untuk melangkah bersama
Satu arah, dan satu tujuan luhur, selamanya




                                                                                                Oleh
                                                                                                D.U.A.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar